Korupsi, Rumah Dan Mobil Mantan Kepala PLTD Di Sita
24 Juni 2013
Pelalawan, Riau -- BUMD Pelalawan menyita aset,H.Joko, Mantan Kepala PLTD Desa Kuala Panduk,Kec.Teluk Meranti,berupa Rumah dan
Mobil. Penyitaan kedua aset yang di lakukan oleh BUMD Pelalawan pada hari Jum at ( 21/06), Minggu lalu, terkait korupsi yang di lakukan oleh
mantan Kepala PLTD Kuala Panduk tersebut.
Sebelumnya keterangan Mantan Kepala PLTD Kuala Panduk itu kepada Kepala BUMD Pelalawan,Plt.Yumardi,mengakui telah menggunakan
Uang di Kas PLTD Kuala Panduk Sebanyak 281 Juta untuk kepentingan Pribadi.
Kepala BUMD Pelalawan,Plt.Yumardi, memberi tenggang waktu selama satu bulan kedepan bagi H.Joko untuk mengembalikan Uang PLTD
Kuala Panduk sebanyak 281 Juta. Apabila setelah satu bulan H.Joko tidak dapat mengembalikan Uang PLTD Kuala Panduk yang di korupsinya
itu,maka Plt.Yumardi akan menjual kedua aset milik H.Joko tersebut,dari hasil penjualan aset tersebut dananya di kembalikan ke PLTD Kuala Panduk dengan jumlah sesuai
dengan dana yang di pakai H.joko.
Kedua Aset milik H.joko ini, berupa Rumah dan Mobil untuk sementara waktu disita ,sampai dia dapat melunasi uang PLTD Kuala Panduk sebanyak 281 juta yang di gunakannya
untuk kepentingan pribadi, dan kita beri waktu selama satu bulan kedepan kepada H.Joko untuk melunasinya.Apa bila tidak bisa,kedua aset itu kita jual sesuai dengan jumlah
hutangnya kepada PLTD kuala Panduk."Pungkas Plt.Yumardi.
Saat ini Plt.Yumardi terus melakukan Audit maupun pendataan terhadap aset-aset milik BUMD Pelalawan
Minggu, 30 Juni 2013
Hasil korupsi joko di sita
Jumat, 21 Juni 2013
Kabut asap di di jln lintas bono
Pesawat Pemantau
Kebakaran Terhalang
Kabut Asap.
Pandukpos.com, Pelalawan: Tim
pemantau kebakaran lahan dan
hutan Kabupaten Pelalawan, Riau,
batal terbang untuk memantau
titik api yang ada di wilayah itu,
Jumat (21/6), karena pesawat
terhalang kabut asap tebal.
Helikopter yang ditumpangi tim
termasuk Bupati Pelalawan
terpaksa kembali ke pangkalan di
kantor pemerintah kabupaten
setempat lantaran jarak pandang
hanya 200 meter. Padahal, jarak
pandang layak terbang minimal
1.000 meter.
Rencananya tim itu akan
memantau kebakaran lahan
perusahaan perkebunan dan
mengunjungi warga Desa Teluk
Binjai, Kecamatan Teluk Meranti,
karena hampir semua warga desa
terserang penyakit infeksi saluran
pernapasan atas (ISPA).
Ketua Tim Pemadam Kebakaran
Lahan Pelalawan Yuneldi
mengatakan, pesawat kembali ke
landasan setelah terbang sekitar 10
menit di ketinggian 1.000 hingga
1.500 kaki. Menurutnya, dari
penerbangan singkat itu terpantau
ada 21 titik api yang menyebar di
sekitar Pangkalan Kerinci. Titik api
terbanyak terlihat di sepanjang
Sungai Kampar.
Kamis, 13 Juni 2013
WARGA KUALA PANDUK TUNTUT KEPALA PLTD.
Diduga Korupsi Ratusan Juta, Warga Panduk Minta Penegak Hukum
Periksa Kepala PLTD.
PELALAWAN, Tokoh
Pemuda Desa Panduk, Kecamatan
Teluk Meranti, Dea, meminta agar
penegak hukum memeriksa Kepala
PLTD Panduk, Joko, terkait dugaan
korupsi ratusan juta dana tagihan
Listrik di PLTD Panduk.
Terungkap penyelewengan uang
ratusan juta di tubuh PLTD Panduk,
Perusahaan PD Tuah Sekata, yang
merupakan anak perusahan BUMD
Kabupaten Pelalawan ini, membuat
tokoh pemuda Desa Panduk, Dea,
terkejut. Pasalnya selama ini PLTD
tersebut, selama ini terlihat
berjalan biasa-biasa saja.
Namun setelah beredar surat dari BUMD untuk pemutusan aliran listrik di Desa Panduk yang mencapai
ratusan rumah, karena warga dianggap menunggak pembayaran Rekening listrik mencapai 366 juta, membuat
warga resah.
Dea,Tokoh Pemuda panduk ini pun meminta penegak hukum turun ke desanya untuk memeriksa Kepala PLTD
Panduk,Joko, yang di duga korupsi dana PLTD mencapai ratusan juta tersebut.
" Saya berharap kepada penegak hukum yang berada dimana saja, agar turun ke desa saya untuk memeriksa
Pak Joko, Kepala PLTD, di duga kuat dia korupsi dana penagihan listrik PLTD mencapai ratusan juta rupiah."
Ungkap Dea.
Tokoh Pemuda Desa Panduk ini juga salah satu warga yang tercatat memiliki tunggakan Pembayaran listrik di
PLTD mencapai 3 juta rupiah, dan rumah dia pun terdaftar akan di putus aliran listriknya.
Terkait kasus dugaan korupsi di tubuh PLTD Panduk, Dea telah melaporkan kasus ini kepada Bupati
Pelalawan, H.Haris di kantornya.Dalam pertemuan itu, H.Haris, berjanji akan menindaklanjuti kasus tersebut.
" Kasus ini sudah saya laporkan kepada Bapak Bupati,H.Haris di ruangannya, Bupati berjanji akan
menuntaskan kasus ini, kalau nanti ada di temukan korupsi,H.Haris akan menyerahkan kasus ini kepada
penegak hukum."Pungkas,Dea.
Selasa, 11 Juni 2013
BONO TELUK MERANTI SAMPAI KE AMERIKA
Di Amerika, Film Surfing
Bono Juara III Dunia
Para peselancar ikut menghadiri
acara adat yang digelar masyarakat
Kuala Kampar, beberapa waktu lalu.
Foto: panduk pos
GELOMBANG Bono, di Sungai
Kampar satu keunikan alam ini
hanya ada di Riau, khususnya di
Kabupaten Pelalawan dan
Kabupaten Rokan Hilir (Rohil). Bono
merupakan nama yang diberikan
oleh masyarakat Teluk Meranti,
Pelalawan kepada gelombang yang
berarti bemar yang terkategori Tidal
Bore, yaitu fenomena hidrodinamika
yang terkait dengan pergerakan
massa air, dimana gelombang
pasang menjalar menuju ke hulu
dengan kekuatan yang bersifat
merusak.
Setelah difilmkan, maka gelombang
bono di Sungai Kampar berhasil
meraih juara III, dan di Bali film
gelombang bono ini setiap
malamnya ditayangkan di cafe-cafe,
untuk menarik wisatawan datang ke
Teluk Meranti bermain selancar.
Penjelasan itu disampaikan Bupati
Pelalawan HM Harris, dimana-mana
kesempatan bertemu dengan tamu
yang datang ke Kabupaten
Pelalawan.
Pada masa lalu, di Riau Gelombang
Bono menjadi terkenal karena telah
cukup banyak memakan korban jiwa
dan merusakkan kapal-kapal yang
sedang melintasi bono, jika harus
berpapasan tanpa mampu
menghindarinya. Selama itu, cerita-
cerita yang berkembang di
masyarakat menggambarkan bono
hanya sebagai fenomena alam yang
mengerikan dan menakutkan.
Biasanya, tanggal 1 Muharram
merupakan bono terbesar yang
terjadi. Ketinggiannya pada satu
hari bulan ini bisa mencapai enam
meter. Tak tanggung-tanggung
derasnya air itu, semua material
apakah sampah, pohon kayu,
maupun pasir-pasir yang ada akan
habis disapunya menghalau ke
hulu.
Bono ini tidak setiap hari ada. Pada
waktu tertentu, munculnya bono ini
pada siang hari, pada waktu
tertentu pula ia akan muncul pada
malam hari dan pada waktu
tertentu pula ia akan muncul baik
siang dan malam hari.
Biasanya musim utara, bono besar
akan terjadi pada siang hari.
Sebaliknya pada malam hari tidak
akan ada bono. Kemudian saat
musim Selatan, Bono besar ini akan
terjadi pada malam hari dan
sebaliknya pada siang hari bono
yang akan kecil sementara saat
musim Barat bono akan terjadi
pada siang dan malam hari ini.
Gelombang bono yang pada suatu
ketika lalu menjadi momok yang
menakutkan, saat ini menjadi
kejadian yang ditunggu-tunggu
khususnya para penggemar surfing
(berselancar) dari berbagai negara
di belahan dunia. Para penggemar
surfing saat ini berbondong-
bondong datang ke Teluk Meranti
sekadar menikmati petualangan itu.
Kondisi ini secara tidak langsung
memberikan dampak positif bagi
masyarakat tempatan.
Untuk mencapai lokasi bono (Teluk
Meranti, Kabupaten Pelalawan)
dapat ditempuh dengan
menggunakan transportasi darat
dari Pekanbaru ke Pangkalankerinci
sekitar 70 kilometer dengan waktu
perjalanan dua jam. Kemudian
dilanjutkan perjalanan darat
menuju Teluk Meranti melalui
Kecamatan Bunut lebih kurang tiga
jam.
Selain itu perjalanan juga dapat
dilakukan menggunakan sarana
transportasi air, dari
Pangkalankerinci (Pelabuhan di
Jembatan Pangkalan Kerinci)
menggunakan speedboat ke
Kelurahan Teluk Meranti, Kecamatan
Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan
(lokasi terbaik untuk menyaksikan
bono) dengan waktu tempuh
perjalanan sekitar dua jam.
Sampai di Teluk Meranti jangan
khawatir tidak ada tempat
menginap. Di daerah itu ada
beberapa penginapan sederhana
yang bisa disewa. Begitu juga
dengan makan, tidak ada masalah
karena banyak tempat-tempat
makan dengan citarasa yang cukup
menggugah selera. Tarif kamarpun
masih terjangkau begitu juga
dengan harga makan.
Bono sendiri menurut legendanya
adalah makhluk ciptaan Allah SWT.
Masyarakat tempatan menyebutnya
dengan anjing laut. Masyarakatpun
sampai saat ini masih
mempercayainya.
Cerita lain yang berkembang adalah
bono yang ada di sungai Kampar
merupakan bono jantan sedangkan
bono yang berada di Sungai Kubu
merupakan bono betina. Pada
musim pasang mati, bono jantan
menemui bono betina untuk
mengajaknya bermain di Selat
Malaka.
Jika bulan mulai membesar mereka
masing-masing kembali ke tempat
asalnya, bono jantan mudik ke
Sungai Kampar dan bono betina
mudik ke Sungai Rokan. Semakin
sempurna bulan di langit semakin
kedua bono bergembira untuk
berpacu dengan dahsyat menuju
asalnya sehingga semakin menderu
dan bergemuruh sampai ke tempat
masing-masing.
Awal mulai munculnya bono ini
terjadi di sekitar Pulau Muda,
dorongan arus air dari hulu menuju
ke hilir disambut dengan air pasang
dari laut yang hendak menuju ke
aliran sungai. Pertemuan kedua
arus inilah yang menimbulkan
gelombang yang cukup dahsyat dan
sampai saat ini dikenal dengan
bono.
Courtesy: SurfersVillageTV
Master Plan Nasional
Bagi Riau pengembangan destinasi
wisata bono menjadi kewajiban
utama. Ini dikarenakan di dunia,
surfing di sungai dengan ketinggian
ombak 5-6 meter hanya ada dua di
dunia. Pertama, di Sungai Amazon
dan yang kedua di Sungai Kampar,
Teluk Meranti. Potensi ini jika
dikemas dengan baik akan
menguntungkan bagi Riau dan
Indonesia secara umum.
Kepala Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Riau H Said Syarifuddin
SE MP menyatakan, pemerintah
pusat telah merancang master plan
pengembangan pariwisata bono ini.
Ini sangat penting, karena
pengembangan objek wisata itu
harus dilakukan secara bersama-
sama antara Pemerintah Kabupaten
Pelalawan, Provinsi Riau maupun
pemerintah pusat (Jakarta).
Persoalan yang dihadapi sektor
pariwisata selama ini di Riau
memang pada infrastuktur. Dinas
Kebudayaan dan dan Pariwisata
tidak bisa bekerja sendiri dalam hal
ini. Seluruh stake holder harus
bahu membangun sarana dan
prasarana yang ada. Sebab, untuk
pembangunan infrastruktur seperti
jalan harus dilakukan stake holder
terkait.
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Riau sendiri sudah melakukan
berbagai upaya guna
pengembangan pariwisata di Riau.
Tidak hanya pengembangan objek
wisata bono di Pelalawan akan
tetapi seluruh objek wisata lainnya
seperti Istana Siak, Candi Muara
Takus, Pantai Pulau Rupat dan
sebagainya. Upaya-upaya promosi
terhadap objek wisata ini terus
dilakukan.
Gelombang Bono di Kabupaten
Pelalawan, Riau bakal menjadi icon
wisata Indonesia. Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif akan
melakukan studi terhadap kelayakan
gelombang bono menjadi tempat
surfing tertinggi di dunia.
Sekretaris Jendral Pengembangan
Destinasi Wisata Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif RI,
Achyaruddin mengungkapkan, studi
ini dilakukan kerja sama antara
pemerintah pusat (Jakarta),
Pemerintah Provinsi Riau dan
Pemkab Pelalawan.
Disebutkannya, di dunia ini memang
banyak lokasi surfing, namun lokasi
itu hanya berada di laut. Termasuk
di Indonesia. Di Indonesia ada
sekitar 23 lokasi surfing, semuanya
berada di laut. Namun untuk lokasi
surfing yang berada di sungai di
dunia ini hanya ada tiga masing-
masing di Brazil, Malaysia dan
ketiga di Kabupaten Pelalawan, Riau
(Indonesia).
Bayangkan itu, lokasi surfing yang
berada di sungai hanya ada tiga di
dunia. Ini sungguh luar biasa. Jika,
memang ketinggiannya melebihi
dari ketinggian yang di Brazil dan
Malaysia, dirinya berkeyakinan
dalam waktu sekejap sejumlah
peselancar dunia akan datang ke
Pelalawan, khususnya ke Teluk
Meranti.
Pariwisata surfing ini harus
dikembangkan, mengapa? Karena,
Pulau Bali sebelumnya tidak ada
apa-apanya, namun setelah
sejumlah peselancar melakukan
surfing, akhirnya Bali sangat
terkenal di seluruh dunia.
Dampaknya, bisa dilihat sekarang,
bagaimana perkembangan Bali.
Apapun yang diminta Provinsi Bali,
pemerintah pusat selalu
menyetujuinya.
‘’Saya punya keinginan besar, kelak
pariwisata Bono ini bisa menjadi
wisata andalan. Dari segi keunikan,
sebenarnya dia sudah bisa dijual.
Tapi kita lihat nantilah, jika
memang hasil studi itu nanti
menyebutkan, Bono ini layak jual,
dia akan kita jadikan icon wisata
Indonesia,’’ ujarnya.
Mernurut Bupati Pelalawan HM
Harris, gelombang bono terletak di
Kecamatan Teluk Meranti,
Kabupaten Pelalawan adalah alunan
gelombang besar yang terjadi
bersamaan dengan pasang naik dan
pasang surut dengan ketinggian
puncak gelombangnya mencapai
empat sampai enem meter.
Rentangan gelombang tersebut
hampir selebar Sungai Kampar.
Gelombang ini terjadi akibat
benturan tiga arus air, yang berasal
dari Selat Malaka, Laut Cina Selatan
dan aliran air Sungai Kampar yang
berbenturan di muara Sungai
Kampar dengan menimbulkan
gelombang besar yang menggulung
dan menghempas jauh ke dalam
sungai sehingga dapat menggulung
menenggelamkan perahu serta
kapal-kapal, baik kapal besar
maupun kecil. Fenomena alam ini
merupakan satu-satunya di
Indonesia.
Ditambahkan Bupati, menurut
lagenda konon bono ini mulai
terjadi tahun 1615 M, saat itu
Sungai Kampar masih bernama Laut
Embun, dimana tebing Sungai
Kampar saat itu Pangkalan Malako,
Pangkalan Panduk dan Pangkalan
Bunut, Ketinggian Bono semasa itu
bias mencapai enam sampai tujuh
meter, namun saat ini gelobang
bono ini menjadi daya tarik para
peselancar manca negara untuk
menaklukkannya di awal tahun 2010.
Di antaranya peselancar dari
Perancis, Jerman, Amerika, Itali,
Australia, Afrika Selatan, Cina
Singapura dan Indonesia.
Kelebihan dan Keunikan Bono
Gelombang bono terjadi di perairan
sungai dengan jarak tempuh 30
kilometer. Para peserta dapat
merasakan sensasi di antas papan
selancar, satu sampai satu setengah
jam. Gelombang bono tidak terjadi
setiap saat tetapi pada waktu
tertentu, gelombang bono memiliki
tujuh gelombang yang berbeda
kedahsyatannya. Oleh para
peselancar mancanegara disebut
Seven Ghost .
Menurut lagenda lainnya, konon
bono di Sungai Kampar adalah bono
jantan, sedangkan bono betinanya
berada di Sungai Rokan. Bono di
Sungai Kampar dulunya berjumlah
tujuh ekor dan yang satunya
ditembak oleh Belanda sehingga
yang tinggal sekarang hanya enam
ekor, dimulai pasang mati bono ini
pergi menuju betinanya di Sungai
Rokan, kemudian bercengkrama di
Selat Malaka. Apabila pasang mulai
membesar arus pasangan semakin
gembira mereka berpacu memudiki
sungai.
Bagi masyarakat tempatan yang
sudah biasa dengan kedatangan
bono dan bernyali besar,
kedatangan bono disambut dengan
memacukan kapal motornya,
meluncur ke lidah ombak di
punggung bono, bagaikan pemain
selancar, aktraksi ini oleh penduduk
tempatan bagaiakan pemain
selancar. Atraksi ini oleh penduduk
tempatan disebut ‘Bekudo Bono’
karena mirip dengan aktraksi
dengan seorang joki yang sedang
berusaha menjinakkan kuda liar.
Bono ini dapat dilihat pada setiap
bulan pada saat terjadi pasang
besar namun pada akhir tahun atau
pada musim barat bono akan
terjadi lebih besar.
Bono teluk meranti aset kabupaten pelalawan.
Menyusuri Perkampungan
Sepanjang Kuala Kampar
Bono, Tameng Pembuka
Isolasi
20 Mai 2012 - 07.47 WIB > Dibaca
812 kali
Aksi para peselancar asing di atas
gelombang bono di Kuala Kampar
beberapa waktu lalu. Kini bono
telah dikenal di serantau Asia dan
Eropa. (Foto: PANDUK POS)
Munculnya gelombang bono dari
Pulau Muda membuat tersohornya
Kuala Kampar di Teluk Meranti dan
Kabupaten Pelalawan hingga ke
mancanegara. Ini disebabkan
tingginya gelombang bono tersebut
mengalahkan tingginya gelombang
di Kuala Sungai Amazon.
SPEEDBOAT bermuatan sekitar 60
orang siap menanti puluhan orang
yang bakal berangkat menuju Kuala
Sungai Kampar. Atau sering disebut
Kuala Kampar. Satu per satu
penumpang masuk ke dalam
lambung terbuat dari fiber melalui
pintu depan. Memakan waktu
kurang lebih 20 menit akhirnya
semua penumpang sudah mengisi
seat yang ada di dalam speedboat.
Speedboat yang biasa mengangkut
penumpang menuju Tanjung Batu
yang merupakan salah satu pulau
yang terletak di depan muara
Sungai Kampar tersebut. Saat itu
speedboat tak langsung berjalan,
namun anak buah kapal (ABK) sibuk
meminta mengurangi muatan.
Pasalnya saat itu jumlah
penumpang yang mengiringi
perjalanan Bupati Kabupaten Rokan
Hilir (Rohil) H Annas Maamun dan
Bupati Pelalawan HM Haris sangat
ramai. Akhirnya saat itu diputuskan
untuk menurunkan penumpang
lebih dari 10 orang. Akhirnya
dengan cekatan ABK membuka tali
yang tertambat di pancang
pelabuhan, dan saat itu juga kapten
melaju dan memutar haluan
mengikuti arus Sungai Kampar di
depan Pelabuhan Pangkalankerinci.
Speedboat dilengkapi dengan tiga
mesin tempel merek Yamaha ini
dengan cekatan membelah air
Sungai Kampar. ‘’Jika tak ada
halangan perjalanan kita ini
memakan waktu 2,5 jam. Terkadang
kalau tak ada singgah-singgah kita
bisa mencapai Teluk Meranti dua
jam lewat seperempat,‘’ kata Busri
Habizar salah seorang penumpang
speedboat kepada Riau Pos.
Speedboat yang ditumpangi Riau
Pos, terus melaju dan satu per satu
ponton pengangkut kayu chip milik
perusahaan kayu di tengah Sungai
Kampar terlewatkan. Begitu juga
piau, perahu dayung dan pompong
nelayan terlihat terombang ambing
terkena gelombang yang
ditimbulkan speedboat.
Setelah berjalan dengan kecepatan
tinggi sekitar 1 jam perjalanan
mulai terlihat perkampungan-
perkampungan yang indah dan
terlihat benar nuansa warga daerah
pesisir pantai dan sungai karena
rumah panggungnya. Ternyata
perkampungan pertama dilewati
speedboat, namun jumlah
pemukimannya tak begitu banyak.
Menurut Basri, perkampungan
tersebut bernama Sering. Kemudian
berjarak waktu kurang lebih 40
menit dari Sering, pemandangan
perkampungan luas di kanan tebing
Sungai Kampar terlihat indah. Pada
umumnya bangunan limas,
panggung dan berjinjang. Begitu
juga dengan pelabuhan yang
bermotif Melayu ditambah cat
berwarna hijau. ‘’Ini Kampung Tua
dan dari sinilah terciptanya nama
Kabupaten Pelalawan itu. Jadi inilah
Kampung Pelalawan itu,’’ jelas Basri.
Selang beberapa menit, Busri
melanjutkan pembicaraan. ‘’Dua
menit lagi kita bisa melihat bekas
Istana Sayap terbakar itu. Lihat itu
bekas istana terbakar, tu,’’ jelas
Busri dengan reaksi tangannya
menunjuk lokasi istana terbakar.
‘’Inilah pusat kerajaan dulu. Kita
berharap duplikat Istana Sayap bisa
berdiri lagi,’’ lanjutnya.
Menurut warga setempat, dulunya
untuk mencapai perkampungan di
kiri kanan Sungai Kampar tak bisa
ditempuhi melalui jalur darat. Akan
tetapi rata-rata menggunakan
perahu dan perahu layar. Tapi
zaman moderen sekarang bisa
menggunakan pompong dan juga
speedboat. ‘’Alhamdulillah
sekarang untuk menuju
perkampungan di pinggir sungai ini
sudah ada jalan darat. Walaupun
masih jalan tanah. Lama perjalanan
jika dari Pangkalan Kerinci ke Kuala
Kampar menggunakan mobil
memakan waktu kurang lebih 2,5
jam. Tapi jalannya masih jalan
tanah,’’ jelas Busri yang juga warga
Kuala Panduk yang berada di
pinggir Sungai Kampar tersebut.
Belasan perkampungan dan puluhan
dusun berdiri di sepanjang Sungai
Kampar ini. Jika dari hulunya,
terdapat Kuala Mesako, Rantau
Baru, Langgam kemudian baru
Pangkalankerinci. Namun untuk
daerah tersebut sudah bisa dilewati
melalui jalur darat dan jalannya
sudah bagus.
Namun untuk daerah yang masih
berharap agar jalan lintas bono
segera di aspal atau di-hot mix
tidak sedikit pula. Terutama di
sepanjang Sungai Kampar hingga
Kuala Kampar. Terutama
Perkampungan Sering, Pelalawan,
Tolam, Telawa Kandis, Sungai Ara,
Pangkalan Terap, Kuala Panduk,
Petodakar, Teluk Binjai, Teluk
Meranti, Pulau Muda, Gambut
Mutiara, Segamai, Labuhan Biling,
Sokoi dan Penyalai. ‘’Dulu kata
orang kantong-kantong kemiskinan.
Alhamdulillah setelah dibuka jalan,
walaupun masih tanah, sekarang
warga sudah bisa menikmati
kemajuan,’’ lanjutnya.
Oleh sebab itu harapan besar
pengembangan perkampungan
melalui jalur transportasi darat
sangat membantu masyarakat. ‘’Kita
berharap Pemprov segeralah bangun
jalan lintas bono ini. Karena jalan
ini tembus ke Kabupaten Indragiri
Hilir,’’ tegasnya.
Bono Membuat Pelalawan Terkenal
Dulu, ombak bono atau gelombang
Sungai Kampar sebagai sosok yang
menakutkan, tetapi kini justru
menjadi wisata andalan bagi
Pelalawan dan juga Provinsi Riau.
Bono biasanya terjadi pada setiap
tanggal 10-20 bulan Melayu atau
tahun Arab yang biasa disebut
penduduk sebagai “bulan besar”
atau bulan purnama. Biasanya
gelombang bono atau ombak bono
yang besar terjadi pada tanggal
13-16 hari bulan. Gelombang yang
terjadi biasanya akan berwarna
putih dan coklat mengikut warna air
Kuala Kampar. Selain itu, bono juga
terjadi pada setiap bulan mati yaitu
akhir bulan dan awal bulan (tanggal
1) penanggalan Arab.
Lokasi ombak bono atau gelombang
bono Sungai Kampar dapat kita
jumpai di Sungai Kampar Kecamatan
Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan.
Ada beberapa titik yang biasa
digunakan masyarakat sekitar untuk
melihat ombak bono salah satunya
adalah Tanjung Bebayang atau
Tanjung Bayang-Bayang.
Di Tanjung Bebayang ini Pemerintah
Kabupaten Pelalawan telah
menyediakan sebuah pondok untuk
masyarakat yang ingin menikmati
gelombang bono. Konon, katanya, di
Tanjung Bebayang ini terdapat
sebuah istana yang megah dan
cantik, namun istana ini tidak dapat
dilihat dengan kasat mata, istana
ini merupakan istana makhluk halus
yang dikenal dengan nama Bunian.
Ombak bono atau gelombang bono
(bono wave) terjadi ketika saat
terjadinya pasang (pasang naik)
yang terjadi di laut memasuki
Sungai Kampar. Kecepatan air
Sungai Kampar menuju arah laut
berbenturan dengan arus air laut
yang memasuki Sungai Kampar.
Benturan kedua arus itulah yang
menyebabkan gelombang atau
ombak tersebut. Bono akan terjadi
hanya ketika air laut pasang. Dan
akan menjadi lebih besar lagi jika
pada saat air laut mengalami
pasang besar (bulan besar) diiringi
hujan deras di hulu Sungai Kampar.
Derasnya arus sungai akibat hujan
akan berbenturan dengan derasnya
pasang air laut yang masuk ke Kuala
Kampar. Awal akan terjadinya ombak
bono diawali dengan bunyi
gemuruh air. Bunyi gemuruh ini
semakin lama akan semakin keras
diiringi dengan besarnya gelombang
bono. Kecepatan gelombang obono
mencapai 40 km/jam.
Tinggi gelombang bono tersebut
mencapai 6 meter. Bahkan
gelombang bono mampu
menyebabkan banjir beberapa saat.
Biasanya perkampungan di sekitar
tepi Sungai kampar akan digenangi
air lebih kurang 1 jam dan
ketinggian air menggenangi
kampung tersebut mencapai tinggi
lutut orang dewasa. ‘’Nasiblah air
mati, tak ado Bono. Kalaupun ado
pada malam hari sekarang ini,” kata
Busri kepada Riau Pos saat itu.
Untuk mencapai lokasi bono ini
(Sungai Kampar Kecamatan Teluk
Meranti, Kabupaten Pelalawan), dari
Pekanbaru Ibu Kota Provinsi Riau
terlebih dahulu kita menuju
Pangkalankerinci Ibu Kota
Kabupaten Pelalawan. Perjalanan
menuju Pangkalankerinci dapat
dilakukan melalui jalur darat
dengan jarak tempuh sekitar 70 Km
atau 2,5-3 jam perjalanan karena
masih jalan tanah.
Alat transportasi umum yang bisa
digunakan adalah travel atau biasa
disebut dengan superben. Biaya
perjalanan dari Pekanbaru menuju
Pangkalankerinci sebesar Rp20.000.
Kemudian dari Pangkalankerinci
menuju Teluk Meranti bisa
menggunakan mobil rental atau
mobil sewaan dengan tarif Rp50.000
per orang dan terminal mobil rental
ini terdapat di Hotel Meranti
Pangkalankerinci.
Perjalanan dari Pangkalankerinci ke
Teluk Meranti dapat ditempuh
dengan waktu 3 jam. Selain itu
perjalanan juga dapat dilakukan
menggunakan sarana transportasi
air, dari Pangkalankerinci
(pelabuhan di jembatan
Pangkalankerinci) kita bisa
menggunakan speedboat ke Desa
Teluk Meranti dengan waktu tempuh
perjalanan sekitar 3 jam dengan
biaya perjalanan Rp150.000.
Kampung Wisata Teluk Meranti
Dengan adanya gelombang bono
dan para turis berselancar di atas-
atas gelombang bono, membuat
Teluk Meranti menjadi tersohor.
Bahkan dengan adanya perhatian
serius dari Bupati Pelalawan dan
Kementerian Pariwisata RI, maka
perkampungan Teluk Meranti
menjadi satu perkampungan Sadar
Wisata.
‘’Jadi Kuala Kampar menjadi tempat
atau Kampung Wisata. Kemudian
masyarakatnya diberikan
pemahaman tentang sadar wisata.
Jadi merekalah mengelola
perkampungan itu menjadi tempat
wisata dan bisa memberikan
penghasilan cukup memajukan
daerah,’’ Jelas Direktur
Pemberdayaan Masyarakat,
Direktorat Jendral (Dirjen)
Pengembangan Destinasi Pariwisata
Kementrian Pariwisata, Drs Bakri.
Paling tidak dengan terbentuknya
Desa Sadar Wisata tersebut,
pemerintah tinggal memberikan
ceramah atau pemberdayaan
terutama untuk meningkatkan
partisipasi masyarakat.
‘’Bono ini sudah terkenal di manca
negara. Bahkan kita sudah berupaya
mengajukan sebagai salah satu
keajaiban dunia. Di dunia ada dua,
di Indonesia di Kuala Kampar dan
Sungai Amazon yang ombaknya tak
setinggi di Kuala Kampar
Indonesia,’’ tegasnya.
Untuk Riau sendiri, desa yang bakal
mendapat pemberdayaan untuk
peduli wisata atau disebut desa
wisata terdapat 28 desa. Yang
tersebar di antaranya Kabupaten
Bengkalis, Pelalawan, Rohil dan
beberapa kabupaten/kota lainnya.
‘’Kita berharap desa-desa wisata ini
bisa menjadi kenyataan dan bisa
berkembang sendirinya dengan
peran serta masyarakat,’’ ucap Bakri.
Pemkab Siapkan
Infrastruktur
Bupati Pelalawan HM Haris
menegaskan bahwa setiap
kabupaten diberikan kesempatan
mengembangkan wisatanya masing-
masing. ‘’Motivasi inilah membuat
saya memperkenalkan bono di
Indonesia hingga ke manca negara.
Setiap ada kesempatan saya
perkenalkan bono. Makanya wisata
Bono ini banyak didatangi warga
asing seperti Prancis, Australia dan
negara Eropa lainnya,’’ jelas Harris.
Menurut dia, berbagai fasilitas
untuk pengembangan pariwisata
terus dilakukan pemerintah
kabupaten. Terutama menyiapkan
berbagai fasilitas pendukung seperti
penginapan, transportasi darat dan
air.
‘’Transportasi kunci untuk
pengembangan pariwisata. Jika
transportasi mudah, maka semakin
terjangkaulah tempat wisata itu.
Karena transportasi baik dan
penginapan ada, makanya para
wisatawan manca negara tiba di
Kuala Kampar,’’
DUIT TAGIHAN LISTRIK PLTD TUAH SEKATA DESA KUALA PANDUK DI KORUPSI KETUA PLTD (JOKO).
BPD Desa Panduk, T Jakarudin
PKL.KERINCI(pamduk pos) -
Terungkap, raibnya dana
ratusan juta rupiah di
Pembangkit Listrik Tenaga
Diesel (PLTD) Desa Panduk,
Kecamatan Teluk Meranti
berawal dari surat edaran
BUMD Pelalawan, yang ditanda
tangani Plt Yusmardi kepada
PD Tuah Sekata Kabupaten
Pelalawan Nomor: 017/TS/105-
E/V/2013, ditujukan kepada
Kepala Desa Kuala Panduk dan
Kepala Desa Petodaan.
Surat edaran tersebut
menghimbau agar pelanggan
listrik PLTD masyarakat Desa
Panduk dan Desa Petodaan
segera melunasi tunggakan
tagihan dari tahun 2012
sebesar Rp.276.964.797.- serta
tunggakan tahun 2013 sebesar
Rp.88.177.598.-. total
tunggakan seluruhnya
mencapai Rp.365.142.395.-
Himbauan PD Tuah Sekata
disertai Perintah kepada PLTD
(Pak Joko) melaksanakan sanksi
pemutusan aliran listrik rumah
warga apabila sampai dengan
17 Juni 2013, masyarakat di
kedua desa tidak
menyelesaikan pembayaran
tunggakan rekening listrik
terpakai.
Surat edaran itu melampirkan
data nama-nama warga,
konsumen PLTD yang
menunggak pembayaran
rekening listriknya.
Pada tahun 2012 tercatat 295
warga (kk) yang menunggak.
Sedangkan di tahun 2013
tertulis 273 nama atau rumah
tangga yang melakukan
penunggakan.
Merasa tidak pernah memiliki
tunggakan listrik, salash
seorang warga Panduk, yang
juga anggota DPD di desa itu,
T Jakarudin merasa ‘Terkejut’.
“Saya terkejut setelah
diberitahu kepala desa, bahwa
aliran listrik dan meteran yang
ada di rumah saya akan segera
diputus oleh PLTD Panduk (pak
Joko). Menurut mereka saya
memiliki tunggakan listrik dari
tahun 2012 sampai 2013
sebesar Rp.2,6 juta,” ujar T
Jakarudin.
Sambil memberikan keterangan
T Jakarudin memperlihatkan
bukti-bukti kwitansi
pembayaran rekening listriknya
dan juga kwitansi pembayaran
lstrik ratusan warga dari tahun
2012 sampai 2013 kepada
wartawan.
Warga Desa Panduk akhirnya
menuding uang tagihan
rekening listrik selama ini,
sejak tahun 2012 sampai 2013
telah dikorupsi oleh Kepala
PLTD Panduk, yaitu Joko.
”Kami yakin kalau uang
pembayaran listrik warga
selama ini telah dikorupsi oleh
kepala PLTD Desa Panduk yaitu
pak Joko. Tidak tanggung-
tanggung, besarnya mencapai
ratusan juta rupiah, alamak..,
ungkap T Jakarudin.
Kamis, 16 Mei 2013
Gedung sma di kualapanduk
Gedung sma di kuala panduk bermasalah seluruh anggota pekerja belum di bayar alias tak tak begaji hingga sampai detik ini belum ada pihak kontraktor atau pemborong yg mengkonfirmasi tentang gaji mereka.o
Kontraktor ARWANA/WAK.WAN dan pemborong UJANG merekalah yg bertanggung jawab tentang ini semua.
Ps red 2013
Rabu, 08 Mei 2013
Kamis, 10 Januari 2013
Jalan lintas hancur
Jalan lintas bono akses satu,satu menuju kabupaten pelalawan-kerinci dari kecamatan teluk meranti dan puluhan desa dan dusun di dalamnya namun begitu parahnya jalan ini.
Seperti tak terurus jalan putus dan hancur di sebabkan hujan dan banjir namun pihak PEMDA PELALAWAN berdiam diri .
Masyarakat sangat sulit untuk bepergian.
Rabu, 09 Januari 2013
Ilmu
Ilmu yang ber manfaat sampai ke liang lahat 1.ilmu yg brguna pada org byk. 2.doa anak yg soleh.
Kuning telor
*MANFAAT KUNING TELUR AYAM* --------------------------------------------- kuning telur ayam merupakan sumber protein yg hebat untuk rambut atau muka.kocoklah kuning telur oleskan pada muka lalu bersihkan dengan air stelah mengering selama 15 menit ini memperhalus dan mencerah kulit muka.mengeramas rambut dengan kuning telur ayam juga bsa membuat rambut lembut dan subur. SELAMAT MENCOBA.